Dramatic XViltration

Bukalah mata dan
Bangunkan diri
Tiada waktu 'tuk bermimpi

Dunia akan menjadi saksi
Menyambut bangkitnya “kami”

Pantulan cermin-cermin
Menyinari sanubari
Terbengkalai

Sekarang dapat 'ku rasa
Panggilan yang terus menggema
Di dalam dada

Seakan terangkat lagi
Semua memori
Sebelum menjadi raga yang
Telah ditakdiri

Dalam labirin
Yang tiada akhir
Ke mana pun 'ku pergi
Hanya senja hari yang menanti

Rantai-rantai mengikat diri ini
Membisikkan, “Jangan pergi”
Kecemasan pun menghampiri
Memadam suara hati

Di balik esok hari ini
Area tak terjelajahi
Suatu saat 'kan lewati
Garis tepi

'Tuk bangkitkan “kami”

Melayang dalam gelap
Tanpa sadarkan betapa
Lama waktu yang

Telah berlalu mengalir
Semuanya terbisingkan
Dentang jarum jam

Seakan teringat lagi
Tepi laut sepi
Dan hari-hari di hutan
Tak diketahui

Jatuh dari
Langit, 'tuk jauhi
Masa lalu yang masih
Kini juga menghantui diri

Rantai-rantai menahan diri ini
Meskipun lanjut mencari
Asal usul kejadian diri
Yang tak akan terganti

Lima puluh satu misteri
Yang tak dapat terpecahi
Seperti bangunnya diri yang
Lain ini

Tersatukan lagi

Kartu-kartu takdir
Menunjukkan masa depan
(Lembaran baru)

Hilangkan bimbang

Rantai-rantai yang membebani hati
Takkan lagi menghalangi
Diri baru ini menanti
Sorotan matahari

Melangkah maju memasuki
Area tak terjelajahi
Saatnya datang 'tuk lewati
Garis tepi

Dan sambut mentari
×